JAKARTA – Memasuki penghujung tahun 2025, antusiasme masyarakat untuk melakukan aktivitas luar ruang seperti hiking dan camping meningkat pesat. Namun, para penggiat alam bebas diimbau untuk ekstra waspada. Kombinasi antara aktivitas vulkanik sejumlah gunung api dan cuaca ekstrem yang dipicu fenomena atmosfer menuntut kesiapan fisik serta perencanaan yang matang.
Status Gunung Api: Merapi Masih Siaga
Berdasarkan laporan terbaru per 20 Desember 2025, Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah masih berstatus Siaga (Level III). Aktivitas guguran lava terpantau masih tinggi dengan jarak luncur mencapai 1,9 km ke arah barat daya. Otoritas setempat mempertegas larangan pendakian dan aktivitas apa pun dalam radius 7 km dari puncak untuk menghindari risiko awan panas.
Selain Merapi, beberapa jalur pendakian panjang seperti Gunung Argopuro di Jawa Timur juga resmi ditutup sementara. Penutupan ini dilakukan BBKSDA Jatim guna mengantisipasi risiko pohon tumbang dan badai gunung yang kerap terjadi di bulan Desember.
Ancaman Bibit Siklon dan Cuaca Buruk
BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) mengeluarkan peringatan dini terkait munculnya bibit siklon tropis yang memicu hujan lebat dan angin kencang di sebagian besar wilayah Indonesia.
“Kami mengimbau para pendaki untuk selalu memantau aplikasi infoBMKG. Seruakan dingin dari Asia diprediksi akan meningkatkan curah hujan secara signifikan di wilayah Jawa, Bali, hingga NTT dalam sepekan ke depan,” tulis pernyataan resmi BMKG.
Alternatif Destinasi: Camping Keluarga dan Glamping
Meski beberapa jalur pendakian puncak ditutup, tren camping beralih ke area yang lebih terkelola (managed sites). Lokasi seperti Pangalengan (Bandung) dan Trawas (Mojokerto) tetap menjadi destinasi favorit. Area ini menawarkan fasilitas keamanan yang lebih baik dan akses evakuasi yang lebih mudah dibandingkan pendakian gunung tinggi (hutan belantara).
Tips Keselamatan untuk Pendaki
Bagi Anda yang tetap berencana berkegiatan di alam terbuka, berikut adalah protokol keselamatan yang wajib dipatuhi:
-
Gunakan Perlengkapan Standar: Pastikan tenda memiliki flysheet yang mumpuni dan gunakan pakaian berbahan cepat kering (quick-dry).
-
Hindari Pinggiran Sungai: Saat hujan lebat di hulu, risiko banjir bandang di area camping pinggir sungai sangat tinggi.
-
Lapor Petugas: Pastikan Anda terdaftar di pos perizinan resmi (Simaksi) dan meninggalkan kontak darurat yang dapat dihubungi.
Dengan persiapan yang benar dan kesadaran akan kondisi alam, momen libur akhir tahun di alam terbuka tetap bisa dinikmati dengan aman dan nyaman.









