Pemerintah Indonesia terus memantau aktivitas gunung berapi di seluruh negeri menjelang libur akhir tahun. Data terbaru dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan bahwa tiga gunung berada pada status Level III atau Siaga, menandakan aktivitas vulkanik yang perlu diwaspadai oleh masyarakat dan pemangku kepentingan.
Ketiga gunung tersebut adalah Gunung Merapi yang berada di perbatasan Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, Gunung Semeru di Jawa Timur, serta Gunung Lewotobi Laki-laki di provinsi Nusa Tenggara Timur. Status Siaga ini mencerminkan adanya aktivitas bawah tanah yang lebih kuat dari biasanya, sehingga berpotensi menimbulkan fenomena vulkanik seperti guguran lava, lontaran material pijar, atau letusan berukuran kecil-menengah.
Selain ketiga gunung dengan status Siaga, Badan Geologi juga mencatat 24 gunung lainnya berada pada Level II (Waspada) — kondisi yang memperlihatkan aktivitas meningkat namun belum berpotensi langsung membahayakan. Dalam keseluruhan pengamatan, lembaga ini secara langsung memantau 69 gunung api aktif yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia melalui jaringan 74 pos pemantauan.
Dalam rangka menyambut periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pemerintah telah menyiapkan Posko Nasional untuk antisipasi potensi bencana alam. Posko ini bertujuan memperkuat koordinasi lintas instansi, mempercepat respon terhadap kejadian tak terduga, dan memberikan informasi terbaru kepada masyarakat luas. Mengingat tingginya mobilitas masyarakat pada momen libur panjang, kewaspadaan terhadap fenomena vulkanik dan hidrometeorologi ditingkatkan secara signifikan.
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Priatin Hadi Wijaya, mengingatkan bahwa jumlah penduduk yang tinggal dan beraktivitas di sekitar gunung-gunung berstatus Siaga atau Waspada diperkirakan mencapai puluhan juta jiwa. Dengan demikian, kesiapsiagaan dan mitigasi risiko secara terpadu menjadi kunci utama untuk mengurangi dampak bencana.
Meski hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat aktivitas gunung berapi sepanjang tahun ini, catatan luka ringan tetap ada — termasuk beberapa kasus di Semeru — sehingga himbauan terus disampaikan agar masyarakat tidak mengabaikan zona larangan dan arahan dari otoritas setempat.









