Status Aktivitas Gunung Agung Hari Ini: Tetap Siaga (Level III)
Berdasarkan laporan terkini dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM, status tingkat aktivitas Gunung Agung di Bali per hari ini Senin
1 Desember 2025, tetap berada pada Level III (Siaga).
- Pemantauan Berlanjut: PVMBG terus memonitor secara intensif aktivitas vulkanik Gunung Agung. Walaupun beberapa laporan menunjukkan tren penurunan aktivitas seismik, status siaga tetap dipertahankan untuk mengantisipasi potensi bahaya yang sewaktu-waktu dapat terjadi.
- Zona Bahaya: Masyarakat, pendaki, dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas apapun di dalam radius 4 km dari puncak kawah Gunung Agung. Area ini merupakan zona perkiraan bahaya yang wajib dihindari.
- Potensi Bahaya Lain: Selain potensi letusan freatik/magmatik, daerah di sekitar alur sungai yang berhulu di Gunung Agung (terutama ke arah Utara, Timurlaut, Tenggara, Selatan, dan Baratdaya) perlu mewaspadai potensi aliran lahar hujan, terutama saat musim hujan.
Hiking (Pendakian) Gunung Agung.
Meskipun status gunung masih berada di Level III (Siaga), isu-isu seputar pendakian (hiking) Gunung Agung tetap menjadi sorotan, terutama mengenai regulasi dan keselamatan.
- Larangan Pendakian di Zona Bahaya
Sejalan dengan status Level III, secara resmi semua jalur pendakian dilarang karena rute-rute pendakian populer seperti Via Pura Pasar Agung dan Via Pura Besakih masuk dalam atau sangat dekat dengan batas radius bahaya 4 km. - Penutupan Sementara untuk Upacara Adat
Gunung Agung adalah gunung yang disucikan (disebut sebagai Gunung Tohlangkir oleh masyarakat Bali). Selain faktor geologi (erupsi), jalur pendakian Gunung Agung sering ditutup sementara oleh pemerintah daerah atau pengelola pura setempat untuk menghormati pelaksanaan upacara keagamaan seperti Pujawali atau Piodalan.
Penutupan untuk tujuan upacara adat ini bersifat temporer dan dilakukan untuk menghormati kesucian pura dan gunung selama prosesi berlangsung. - Pentingnya Pemandu Lokal dan Keselamatan
Dalam berita-berita terkini, isu keselamatan pendaki kerap disorot, termasuk kasus pendaki yang hilang dan ditemukan kembali dengan selamat berkat upaya Basarnas dan pemandu lokal.
Pemandu Wajib: Aturan ketat di Bali saat ini mewajibkan pendaki yang ingin melakukan pendakian gunung (termasuk Gunung Agung jika statusnya normal/waspada dan di luar zona larangan) untuk menggunakan pemandu lokal berlisensi.
Risiko Cuaca Ekstrem: Pemerintah Provinsi Bali mengimbau pendaki untuk menghindari pendakian pada kondisi cuaca ekstrem, terutama selama musim hujan, karena jalur pendakian menjadi sangat licin dan berbahaya.
Kesimpulan untuk Pendaki
Pendaki yang ingin mengunjungi Gunung Agung disarankan untuk:
Mematuhi Status PVMBG: Saat ini, pendakian ke puncak utama tidak disarankan dan dilarang karena status Level III (Siaga).
Hormati Adat Lokal: Perhatikan pengumuman penutupan jalur yang berkaitan dengan upacara keagamaan.









