Evakuasi pendaki kembali terjadi di Gunung Batukaru, Tabanan, pada Sabtu (06/12), setelah seorang pendaki wanita mengalami kelelahan berat disertai gejala hipotermia. Insiden ini berlangsung ketika hujan deras mengguyur kawasan pegunungan sejak pagi, membuat jalur pendakian semakin licin dan menantang.
Menurut video yang dibagikan oleh Ruby melalui platform TikTok, proses evakuasi berlangsung dramatis. Para relawan dan rekan pendaki terlihat bergerak perlahan menuruni jalur terjal sambil menopang tubuh korban yang sudah tampak menggigil. Kabut tebal dan suhu dingin memperparah situasi, sehingga setiap langkah evakuasi harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian.
Korban akhirnya berhasil dibawa turun ke Basecamp untuk mendapatkan penanganan awal. Kondisinya kini dilaporkan stabil berkat respon cepat dari tim evakuasi serta pendampingan rekan-rekan pendaki yang sigap.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi seluruh pendaki, terutama yang memilih melakukan perjalanan pada musim penghujan. Selain tingkat kesulitan jalur yang meningkat akibat hujan, risiko hipotermia juga semakin besar ketika pendaki tidak mempersiapkan perlengkapan yang memadai.
Peringatan untuk Pendaki pada Musim Hujan
Untuk menghindari kejadian serupa, pendaki disarankan memperhatikan beberapa hal penting:
- Membawa jas hujan, pakaian ganti, dan lapisan pakaian yang tetap hangat.
- Memastikan kondisi fisik optimal sebelum naik, termasuk melakukan olahraga rutin untuk meningkatkan daya tahan.
- Memantau prakiraan cuaca dan tidak memaksakan diri ketika kondisi alam memburuk.
- Bertanggung jawab terhadap keselamatan diri sendiri dan rekan dalam tim, terutama saat cuaca ekstrem.
Musim hujan bukanlah larangan untuk mendaki, namun membutuhkan persiapan berlipat dan kewaspadaan ekstra agar setiap perjalanan dapat selesai dengan selamat hingga tiba kembali di rumah masing-masing.









