Mulai awal Desember 2025, jalur pendakian di kawasan konservasi Gunung Argopuro secara resmi ditutup sementara. Keputusan ini diumumkan oleh Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) sebagai respons terhadap peringatan cuaca ekstrem dari BMKG.
Penutupan ini berlaku untuk seluruh jalur resmi — baik dari pintu masuk Baderan (Situbondo) maupun Bermi (Probolinggo). Jalur pendakian ke puncak Argopuro, yang merupakan salah satu jalur terpanjang di Pulau Jawa (sekitar 63 km, memakan waktu 4–5 hari perjalanan) dianggap sangat rawan ketika kondisi cuaca memburuk.
Mengapa Ditutup
Menurut pengumuman resmi, peningkatan curah hujan disertai angin kencang dan potensi badai petir meningkatkan risiko bagi para pendaki. Di antara bahaya yang disebutkan adalah: jalur menjadi licin dan rawan longsor, kemungkinan pohon tumbang, serta suhu ekstrem yang dapat memicu hipotermia.
Dengan kondisi seperti itu — tanah jenuh air, kabut tebal, medan licin dan semakin berbahaya — BBKSDA memutuskan bahwa penutupan sementara adalah langkah mitigasi terbaik untuk melindungi keselamatan pengunjung dan menjaga kelestarian ekosistem di kawasan konservasi.
Sampai Kapan Penutupan Berlaku?
Penutupan ini bersifat sementara dan berlaku sejak 1 Desember 2025. Pembukaan kembali akan dilakukan setelah BMKG memberikan rekomendasi bahwa kondisi cuaca telah membaik dan pihak pengelola menyatakan jalur aman. Tidak ada tanggal pasti yang ditetapkan — evaluasi akan dilakukan secara berkala.
BBKSDA juga mengimbau agar masyarakat, terutama para pendaki dan wisatawan alam, menghormati keputusan ini dan tidak berusaha masuk ke kawasan selama penutupan — mengingat risiko tinggi seperti tanah longsor, banjir, pohon tumbang, dan kecelakaan akibat cuaca buruk.









