Gunung Agung “Tutup Sementara” 2–16 November 2025: Hormati Pujawali Purnama Kelima

Pemerintah bersama pengurus adat Desa Sebudi, Karangasem, telah menetapkan penutupan sementara seluruh jalur pendakian menuju Gunung Agung dari 2 hingga 16 November 2025. Keputusan ini diambil guna menghormati pelaksanaan upacara suci Pujawali Purnama Kelima di Pura Pasar Agung Giri Tohlangkir, Desa Sebudi, Kecamatan Selat. 

✨ Mengapa Pendakian Ditutup?

Gunung Agung bukan hanya destinasi wisata populer, tapi juga tempat suci bagi masyarakat Hindu di Bali. Pura Pasar Agung dan Pura Besakih — yang berada di lereng gunung — menjadi pusat ritual spiritual penting. 

Perbekel Sebudi, I Nyoman Tinggal, bersama tokoh adat dan Kelian Banjar Sogra, telah mengajukan permohonan penutupan jalur ke pemerintah daerah dan pengelola jalur pendakian. Dengan demikian jalur pendakian resmi ditutup mulai 2 November hingga 16 November 2025.

Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Bali Timur, Made Maha Widyartha, mengatakan larangan ini berlaku bagi semua pihak — wisatawan, pemandu, maupun pengelola jalur. 

Kapan Pendakian Dibuka Kembali?

Setelah rangkaian upacara suci selesai, jalur pendakian Gunung Agung kembali dibuka pada tanggal 17 November 2025. 

Pentingnya Hormati Kesucian Gunung

Penutupan ini bukan sekadar bentuk larangan fisik, melainkan wujud penghormatan terhadap nilai spiritual dan kultural masyarakat Bali. Selama upacara Pujawali berlangsung, area Gunung Agung diperlakukan sebagai kawasan sakral — masyarakat adat membutuhkan suasana hening, khidmat, dan bebas dari gangguan aktivitas wisata. 

Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan menjaga keamanan pendaki. Dengan jalur ditutup, potensi konflik antara ritual keagamaan dan aktivitas pendakian dapat dihindari. 

✅ Imbauan bagi Pendaki & Wisatawan

  • Untuk pendaki yang merencanakan naik Gunung Agung, disarankan menunda hingga jalur dibuka kembali pada 17 November 2025.

  • Bagi pemandu wisata, pengelola jalur, dan komunitas pendaki — harap menghormati larangan dan tidak membawa pendaki ke gunung selama periode Pujawali.

  • Kesadaran dan kepatuhan bersama diharapkan demi kelancaran upacara keagamaan serta pelestarian nilai budaya Bali.

Share Yuk

Leave a Replay