Letusan Terbaru Gunung Marapi di Sumatera Barat: Kolom Abu Mencapai Ratusan Meter, Warga Diimbau Tetap Waspada

Gunung Marapi, yang berdiri di wilayah Kabupaten Agam dan Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali mengalami aktivitas vulkanik pada Senin siang (26 Januari 2026). Sekitar pukul 11.11 WIB, letusan terekam dengan jelas oleh petugas pemantau gunung api, memuntahkan kolom abu vulkanik mencapai sekitar 600 meter di atas puncak gunung.

Petugas di Pos Pengamatan Gunung Api Marapi menyampaikan bahwa abu letusan terlihat berwarna kelabu dengan intensitas tebal, dan asap vulkanik tampak bergerak ke arah timur laut mengikuti arah angin saat kejadian. Data seismograf juga memperlihatkan aktivitas letusan ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai puluhan milimeter, menunjukkan pelepasan energi vulkanik yang nyata dari dalam tubuh gunung.

Sejak kejadian ini terjadi, tim pengamat terus memantau perkembangan aktivitas Marapi secara intensif, karena meskipun erupsi kali ini tidak termasuk sangat besar, kolom abu yang cukup tinggi tetap menandakan dinamika vulkanik yang aktif di kawasan ini.

Imbauan Keselamatan Bagi Warga & Pengunjung

Petugas dan pihak berwenang kembali mengingatkan warga sekitar serta pengunjung gunung untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah utama (Kawah Verbeek). Larangan ini diberlakukan demi mengurangi risiko dari lontaran batu vulkanik, hujan abu, atau potensi banjir lahar dingin yang bisa terjadi terutama jika hujan turun setelah erupsi.

Selain itu, masyarakat yang bermukim di lereng dan daerah aliran sungai yang berhulu di puncak gunung juga disarankan untuk selalu waspada terhadap dampak sekunder akibat erupsi, seperti abu vulkanik yang bisa turun bersama aliran air hujan, sehingga menimbulkan potensi bahaya tambahan.

Erupsi ini menjadi salah satu rangkaian dinamika vulkanik yang terjadi di Gunung Marapi sepanjang musim ini—relatif sering dibandingkan beberapa gunung lain di Indonesia—namun pemerintah dan instansi terkait menegaskan pentingnya kewaspadaan meskipun aktivitas masih tercatat pada tingkat yang belum mengancam pemukiman secara langsung.

  Kesimpulan:
Letusan Gunung Marapi pada 26 Januari 2026 menghasilkan kolom abu setinggi ±600 meter, dan meskipun tidak ekstrem, fenomena ini menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik masih berlangsung dan perlu diawasi. Warga serta pendaki diminta menghindari area dekat kawah dan tetap memperhatikan instruksi resmi dari pihak pemantau gunung.

Share Yuk

Leave a Replay