Pemantauan Geologi: Gempa di Gunung Marapi Semakin Intens Akhir Desember 2025

Aktivitas vulkanik di Gunung Marapi, yang terletak di Provinsi Sumatera Barat, menunjukkan tanda-tanda peningkatan yang cukup jelas selama akhir Desember 2025. Laporan terbaru dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat peningkatan signifikan pada aktivitas kegempaan di kawasan ini sejak pertengahan hingga akhir bulan lalu.

Dalam rentang 16–31 Desember 2025, sejumlah parameter seismik yang dipantau menunjukkan lonjakan frekuensi gempa, terutama yang terjadi dekat dengan permukaan tanah — indikator adanya peningkatan tekanan di sistem vulkanik.

Badan Geologi melaporkan bahwa berbagai jenis gempa yang terekam mengalami kenaikan jumlah. Misalnya, gempa hembusan tercatat meningkat dari puluhan menjadi ratusan kali, demikian juga dengan jumlah tremor non-harmonik dan gempa vulkanik dangkal yang menunjukkan adanya gangguan pada tubuh gunung.

Menurut Pelaksana Tugas Badan Geologi, Lana Saria, kondisi kegempaan saat ini menunjukkan adanya indikasi peningkatan pasokan fluida di bawah permukaan. Walaupun tekanan ini sebagian dilepaskan melalui gempa hembusan, kecenderungan peningkatan tersebut tetap perlu diwaspadai karena dapat mengarah pada peningkatan risiko erupsi.

Meski begitu, data deformasi tiltmeter masih menunjukkan kondisi yang stabil tanpa tanda-tanda inflasi besar pada tubuh gunung, sementara emisi gas sulfur dioksida (SO₂) yang terukur relatif rendah, kemungkinan karena gangguan cuaca atau cakupan awan pada saat pengukuran.

Apa Artinya Bagi Masyarakat dan Wisatawan

Gunung Marapi hingga kini masih berada dalam status Level II (Waspada), dan otoritas geologi serta pemantau lokal terus mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah kawah Verbeek. Hal ini penting mengingat fenomena gempa dan tekanan fluida yang meningkat bisa memicu letusan freatik atau aktivitas vulkanik lain secara tiba-tiba.

Kondisi musim hujan juga menambah kompleksitas potensi risiko, karena material vulkanik yang longgar berpotensi terbawa oleh aliran air sebagai lahan dingin, yang dapat berdampak pada pemukiman di aliran sungai sekitar gunung.

Share Yuk

Leave a Replay