Pada Rabu, 3 Desember 2025, pemantauan resmi menunjukkan bahwa Gunung Merapi di Yogyakarta–Jawa Tengah masih berada di status Level III (Siaga).
Meskipun sempat beredar informasi di media sosial bahwa Merapi meletus besar pada 26 November 2025, instansi resmi menyatakan bahwa klaim tersebut tidak benar. Video yang menyebar ternyata berasal dari letusan sebelumnya — bukan kondisi terkini.
Berdasarkan data dari MAGMA Indonesia, dalam periode pengamatan 12.00–18.00 WIB pada hari itu tercatat sekitar 19 gempa guguran dan 14 gempa hybrid. Aktivitas ini menunjukkan suplai magma masih berlangsung di dalam gunung, sehingga otoritas memperingatkan potensi guguran lava atau awan panas, khususnya di sebagian sungai di sekitar lereng — seperti Sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Woro, dan Gendol.
Namun demikian, kondisi saat ini belum dikategorikan sebagai “erupsi besar” yang mengancam secara luas. Meski peningkatan aktivitas jelas terjadi, zona bahaya dan potensi dampak tetap difokuskan pada daerah di sekitar aliran sungai dan lembah yang berhulu di kawah.
Artinya bagi masyarakat sekitar maupun wisatawan — terutama pendaki gunung atau wisata alam di wilayah lereng — tetap disarankan untuk memantau informasi resmi terus-menerus, dan menghindari area rawan seperti tepi sungai, aliran lava, atau jalur yang berada di bawah potensi awan panas.









