Akses Vital Lumpuh! Jalan Penghubung Bener Meriah–Camp–Gunung Salak Putus Total Akibat Longsor, Ribuan Warga Terdampak

Aceh Utara, 5 Desember 2025 – Bencana alam kembali melanda Aceh Utara. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir memicu tanah longsor hebat, menyebabkan jalur utama yang menghubungkan Bener Meriah, Camp, Gunung Salak, hingga Simpang KKA putus total dan tidak dapat dilalui kendaraan roda empat maupun roda dua.

Jalur Ekonomi dan Transportasi Terdampak Parah
Peristiwa ini dilaporkan terjadi pada Jumat, 5 Desember 2025. Titik terparah kerusakan berada di sekitar jalur yang dikenal sebagai kawasan Camp dan menuju Gunung Salak. Material longsor berupa bebatuan besar, lumpur, dan pepohonan menimbun badan jalan, sementara di beberapa titik lain, badan jalan dilaporkan amblas akibat gerusan air bah.

Putusnya akses ini telah melumpuhkan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di beberapa desa yang bergantung pada jalur tersebut sebagai akses utama mereka menuju pusat kota atau wilayah perkebunan. Jalur ini merupakan urat nadi vital bagi distribusi hasil bumi dari Bener Meriah, yang terkenal sebagai sentra perkebunan kopi.

Warga Terpaksa Jalan Kaki Melintasi Longsor
Kepala Desa setempat, yang enggan disebut namanya, menyatakan bahwa hingga berita ini diturunkan, evakuasi material longsor belum dapat dilakukan secara maksimal karena keterbatasan alat berat. “Kami sangat berharap Pemerintah Provinsi segera menurunkan bantuan alat berat. Sudah ribuan warga yang terisolasi,” ujarnya.

Meskipun akses kendaraan terputus, sejumlah warga yang terpaksa melakukan perjalanan—terutama untuk urusan mendesak atau membawa logistik—terlihat nekat melintasi timbunan longsor dengan berjalan kaki, mempertaruhkan keselamatan mereka di tengah kondisi tanah yang masih labil.

Pemerintah Diminta Bertindak Cepat
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat telah mengimbau masyarakat untuk tidak melintas di sekitar lokasi longsor karena risiko longsor susulan masih sangat tinggi. Mereka juga mengonfirmasi telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Aceh untuk segera melakukan penanganan darurat.

“Kami sedang mengupayakan agar alat berat bisa segera masuk. Prioritas kami adalah pembukaan jalur darurat secepatnya, mengingat jalur ini sangat krusial,” kata perwakilan BPBD.
Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk mencari jalur alternatif yang lebih jauh atau menunda perjalanan jika tidak mendesak, hingga jalur utama Bener Meriah–Camp–Gunung Salak dinyatakan aman dan bisa dilalui kembali.

Share Yuk

Leave a Replay